210507192240-pln-j.jpg

Kesiapan PLN Hadapi Lebaran (ist)

PLN Jabar Jamin Pasokan Listrik Selama Lebaran Aman

JAVANEWS | BANDUNG,- PLN UID Jabar pastikan pasokan listrik untuk masyarakat Jawa Barat selama momentum hari raya Iedul Fitri dijamin aman. Hal tersebut seiring dengan upaya upaya yang dilakukan dan persiapan personel untuk menjaga pasokan listrik untuk masyarakat tetap aman.

"Untuk kesiagaan selama hari raya iedul fitri kita sudah siapkan sebanyak 5911 personel, dan itu disebar ke seluruh UP3 di Jabar, mulai Cirebon, Bekasi, Depok, Tasikmalaya dan lainnya.Bahkan petugas pun akan mobile, petugas pelayanan tekhnik akan mobile untuk penanganan laporan gangguan untuk mempercepat penanganan bila terjadi gangguan," jelas Manager Pengendalian Operasi Sistem Distribusi PLN UID Jabar: Fahmy Albar yang didampingi Iwan Ridwan Manager Manager Komunikasi PLN UID Jawa Barat , Jumat (7/5/2021).

Dikatakannya, untuk kesiagaan tersebut sudah diberlakukan mulai H-7 hingga H+7 (6-21 Mei 2021). Dalam hal itu pihaknya telah menempatkan personel dilokasi lokasi strategis untuk bisa melayani masyarakat.

"Penjagan dilakukan tempat khusus dan inspeksi pemeliharaan jaringan untuk memastikan pasokan listrik tetap handal. Bahkan kami tidak melakukan pemadaman berencana selama momentum lebarn, jadi pekerjaan di jaringan yang mengakibatkan pemeliharaaan dan pemadaman listrik tidak dilakukan," katanya.

Namun demikian, lanjutnya, apabila terjadi gangguan jaringan, yang diluar kendali maka akan dilakukan manuver jaringan dengan melihat kemampuan jaringan tersebut. Sehingga daerah yang terdampak dapat dilakukan percepatan perbaikan.

"Tentunya perbaikan akan cepat karena petugas petugas juga kita siapkan di titik titik manuver dan jaringan distribusi di jabar. Bahkan kita siagakan 231 lokasi penting, seperti bandara, stasiun, terminal, rest area, keresidenan, ada 103 gardu induk yang memasok ke jabar," jelasnya.

Disinggung dengan beban pengggunaan listrik selama lebaran, Fauzi pun mengatakan, beban listrik pada momentum lebaran diperkirakan akan naik dibandingkjan tahun tahun sebelumnya. Namun demikian lonjakan tidak signifikan dan cenderung normal pemakaiannya seperti hari hari biasa. Hal itu disebabkan karena konsentrasi masyarakat di wilayah perkotaan.

"Karena adanya larangan mudik maka penggunaan listrik terkonsentrasi di area perkotaan, tidak di pedesaan seperti tahu tahun sebelumnya," katanya. (wan)

Penulis/Pewarta: Wawan
Editor: Agus Hermawan
©2021 JAVANEWS.TV

Komentar