Viral Twit Curhatan Pelanggan yang Telat Bayar Listrik dan Diancam Diputus

210725211312-viral.jpg

Viral Twit Curhatan Pelanggan yang Telat Bayar Listrik dan Diancam Diputus (Foto: Net)

JAVANEWS.TV I JAKARTA,-

Sebuah unggahan mengenai keluhan pelangganPLNyang terlambat membayartagihan listrikdan didatangi petugas serta diancam denda viral di media sosial Twitter dan Instagram.

Mengutip KOMPAS.com, dalam unggahan yang viral tersebut diceritakan bahwasannya pelanggan diberitahu bahwa aliran listriknya akan diputus apabila yang bersangkutan tidak segera membayar listrik yang telah dipergunakan.

Unggahan tersebut diunggah oleh aktorLukman Sardidi akun Twitternya yang kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram @lambe_turah.

Sebagai konsumen saya nggak pernah nunggak listrik,paling banter telat bayar 2/3 hari, ini kenapa dari bulan kemaren orang2 @pln_123 selalu dating ke rumah, dan puncaknya hari ini dengan bawa surat kalau masih seperti itu akan diputus? Atas dasar apa ya?tulis akun @lukmansardi.

Dalam twit selanjutnya, Lukman juga menjelaskan bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama untuk membayar pada tanggal 20.

Dapatkan informasi, inspirasi daninsightdiemailkamu.
Daftarkanemail

Ada yg gajian di tgl 25 or awal bulan, terus begitu telat padahal baru beberapa hari langsung didatengin diancam denda dan putus, kecuali nunggak 30 hari itu masih masuk akal @pln_123,tulisnya selanjutnya.

Baca juga:Daftar Bantuan dari Pemerintah Selama PPKM dan Cara Mengeceknya

Baca juga:Tagihan Listrik Semakin Naik? Lakukan 7 Langkah Berikut Ini

Adapun akun Lambe Turah mengunggah kembali postingan itu dengan menyertakancaptionsebagai berikut:

Waahh
Pegimane ini?
Telat dikit putus kah?
Yang ama pacar aja telat dikit paling ngambek
Ga sampek putus,tulisnya.

Hingga Sabtu (24/7/2021) siang unggahan itu telah disukai lebih dari 129.106 pengguna.

Baca juga:4 Akses Pengaduan PLN yang Bisa Dihubungi Ketika Ada Gangguan

Konfirmasi Kompas.com

Terkait dengan hal tersebutKompas.commenghubungi Manager PLN UP3 Kebon Jeruk Unit Induk Distribusi Jakarta Raya,Subagio.

Subagio menjelaskan bahwa tagihanlistrik pascabayaryang ditagihkan pada Lukman Sardi tersebut merupakantagihan pelanggan pada Juliyang merupakanpenggunaan listrik pelanggan pada Juni.

Ia mengatakan petugas PLN yang datang ke rumah Lukman Sardi beritikad baik untuk memberikan surat penagihan kepada pelanggan.

Hal ini karena pembayaran tagihan listrik pascabayar, dibayarkan padatanggal 1-20 di bulan berikutnya.

Baca juga:Cara dan Biaya Pasang Listrik Baru PLN

Metode pembayaran listrik pascabayar adalah metode pembayaran listrik yang dibayarkan setelah pelanggan memakai listrik selama satu bulan.

Dalam SPJBTL telah diatur bahwa batas waktu untuk pembayaran rekening listrik pascabayar adalah tanggal 20 setiap bulannya yang merupakan pemakaian listrik bulan sebelumnya, ujarnya kepadaKompas.com, Sabtu (24/7/2021).

Ia juga mengatakan pada perjanjian tersebut telah dijelaskan terkait adanya sanksi untuk pelanggan yang terlambat membayar.

Pada perjanjian tersebut juga dijelaskan terkait sanksi apabila pelanggan membayar lebih dari tanggal yang ditetapkan mulai dari pemutusan sampai denda keterlambatan, katanya lagi.

Agar pelanggan terhindar dari sanksi tersebut, maka pihaknya mengingatkan kepada pelanggan pascabayar agar membayar listrik tepat waktu sebelum tanggal 20, setiap bulannya melalui aplikasi PLN Mobile atau melalui bank yang bekerjasama dengan PLN baik lewat internet banking, SMS banking.

Serta pembayaran juga bisa melalui marketplace, kantor pos maupun gerai minimarket.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengingatkan bahwa pelanggan dapat melakukan pencatatan penggunaan listrik secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile pada fitur catat meter setiap tanggal 24-27.

Hasil pencatatan tersebut menurutnya yang digunakan sebagai dasar pembayaran listrik pada bulan berikutnya.

Pewarta: Rahmat
Editor: Rahmat
©2021 JAVANEWS.TV

Komentar