Menteri Sandiaga Uno Apresiasi Event Space All Market ke-4 Tahun 2021 Yang Diinisiasi ATC Widyatama

210817085409-mente.jpg

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno (Ilustrasi / NET)

JAVANEWS | BANDUNG,- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengapresiasi kegiatan Space All Market ke-4 Tahun 2021 (Pameran seni bagi siswa-siswi Artherapy Center Widyatama) yang diinisiasi oleh Artherapy Center (ATC) Widyatama, Senin (16/8/2021).

"Ini sangat bagu karena acara ini memberikan kesempatan kepada para pelajar ATC Widyatama untuk bisa berkontribusi pada sektor kreatif. Karena saya kira sangat penting kita mendorong dan mendukung upaya produktif dalam menghasilkan produk ekonomi kreatif Indonesia yang berdaya saing," jelas Sandiaga saat membuka acara SPace All Market Ke-4 secara virtual.

Dengan kegiatan seperti itu, lanjutnya, ia berharap banyak pelajar difabel yang profesional yang mampu mandiri secara financial dalam bidang ekonomi kreatif.

"Selamat dan Sukses atas kegiatan Space all Market 2021 ini, semoga kegiatan ini banyak memberikan manfaat bagi pesertta dan industri kreatif di tanah air," jelasnya.

Sementara itu Direktur Artherapy Center Widyatama Dadi Firmansyah, A.Md. memaparkan, Space All Martket merupakan sebuah pameran seni bagi siswa-siswi Artherapy Center Widyatama yang dilaksanakan setiap akhir tahun akademik.

"Kegiatan ini diciptakan sebagai ajang unjuk bakat, karya dan hasil belajar siswa/siswi ATC Widyatama
di akhir semester. Kegiatan ini juga sebagai sarana belajar bersama bagi siswa, orang tua, komunitas, lembaga dan industri kreatif untuk menciptakan sektor industri kreatif yang lebih inklusif," katanya.

Dikatakannya, tahun ini merupakan tahun ke empat Space All Martket dilaksanakan dengan mengembangkan format online dengan platform website, youtube, dan media sosial yang
sudah dilaksanakan berharap semakin luas jangkauannya dengan mengusung tema “Let
Show!” yaitu memanfaatkan internet sebagai galeri berkarya dan menjadi peluang bisnis
untuk para difabel.

Kegiatan yang akan dilaksanakan menghadirkan rangakain acara yang meliputi;
A. Space All Contest (Kompetisi Seni dan Desain Online bagi difabel).
B. Space Launch (Pameran dan persembahan musik, tari, karya siswa/I ATC
Widyatama).
C. Space All Talk (Webinar). A. SPACE ALL CONTEST (Kompetisi Seni dan Desain bagi Disabilitas)
Merupakan ajang perlombaan seni dan desain berbasis online competition bagi
para difabel se-Indonesia. Menuju moment kemerdekaan, melalui kompetisi ini
mampu mendorong produktivitas berkarya bagi para difabel pada masa pandemik Covid-19
dan memperkenalkan berkarya dalam kebutuhan indusri kreatif di era digital. Menyajikan 3
kategori kategori kompetisi yakni;
a. Kategori visual
Kompetisi menggambar ekspresi, menggambar suasana, mendesain poster dan membuat komik dengan tema “Sehat dan Berkarya dengan Jiwa Nasionalisme”.
b. Kategori Musik
Kompetisi meng-cover lagu Nasional dalam bentuk video yang di unggah ke media social Instagram @atc_widyatama.
c. Kategori Kriya
Kompetisi membuat karya kerajinan dari barang bekas atau yang tersedia di rumah menjadi sebuah karya yang memiliki nilai fungsi baru dan nilai seni dengan “Reduce, Reuse and Recycle”

Kegiatan kompetisi ini dibuka hingga 21 Agustus 2021 yang di unggah pada link yang terdapat di bio
Instagram @atc_widyatama, melalui tahap seleksi oleh para dewan juri yang kompeten
dibidangnya yaitu;
1. Galih Sedayu sebagai Deputi Pemasaran dan Komunikasi Publik Indonesia Creative City Network (ICCN).
2. Elina Farida, Dra. selaku Ketua Asosiasi Kriya Meuble dan Keramik Prov. Jawa Barat.
3. Noey (Java Jive) selaku musisi. 3 (tiga) peserta terpilih mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan senilai Jutaan Rupiah, piala, sertifikat dan hadiah lainnya. Juga diapresiasi melalui pameran pada website spaceallmartket.com.

A. SPACE ALL TALK (WEBINAR SERIES)
Space All Talk merupakan talkshow yang dihadirkan dalam rangkaian Space All Martket sebagai ruang diskusi seputar Art Therapy for difable . Pada tahun lalu, dalam Space All Martket ke tiga, Space All Talk mengangkat topik diskusi tentang “art therapy” dan “Sinergi Inklusif antara pemerintah, industri kreatif dan lembaga pendidikan”.

Dan pada tahun ini secara khusus akan disajikan melalui Webinar series dengan tema Art Therapy and Art as Therapy. Dengan tujuan memanfaatkan proses kreatif untuk membantu seseorang mengeksplorasi diri, sehingga nantinya akan membantu orang tersebut dalam menghadapi permasalahan.

"Jadi, kita tidak perlu memiliki bakat atau kemampuan seni untuk terlibat dalam terapi ini, serta ini bisa dilakukan oleh segala usia. Teknik-teknik yang biasa digunakan biasanya seperti menggambar, melukis, mewarnai, memahat, membuat kolase, atau menari. Selagi mengerjakan suatu karya seni, kita menganalisis apa yang telah dikerjakan dan bagaimana perasaan kita terhadap pekerjaan tersebut. Melalui seni, kita dapat melihat konflik dalam diri yang dialami sehingga mempengaruhi pikiran, emosi dan perilaku," katanya.

Webinar series ini akan diselenggarakan pada hari Selasa, 24 Agustus 2021 pukul 13.00 WIB. Dengan menghadirkan Keynote Speakers dari berbagai bidang yang mampu mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas diantaranya;
1. Bapak Dr. (H.C.) Ir. H. Suharso Monoarfa, Menteri PPN/Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)
2. Bapak Drs. Gufroni Sakaril, MM. Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).
3. Bapak Ir. Hendratmoko, M.Si, Ketua Umum Portadin (Persatuan Orang Tua Anak Disabilitas Indonesia).

Serangkaian kegiatan Space All Martket 2021 diselenggarakan dengan harapan menjadi sebuah wadah untuk mempublikasi karya siswa/I ATC Widyatama dan penyandang disabilitas se-Indonesia. Sekaligus menjadi wadah bagi para Lembaga pendidikan, Organisasi/Komunitas, Pemerhati, Praktisi Penyandang disabilitas dan pelaku Industri dalam perkembangan produktivitas berkarya khususnya dalam sektor ekonomi kreatif.

"Kedepannya kegiatan ini akan menjadi kegiatan tahunan yang mampu merangkul kebijakan pada sektor-sektor lainnya agar bersinergi dalam program pemberdayaan penyandang disabilitas. Semoga, peluang kerja dan berkarya bagi penyandang disabilitas terbuka lebar sehingga dapat mengimplementasikan ilmu untuk meningkatkan kemandirian secara finansial, harkat dan derajat kehidupan mereka dimasa yang akan datang," pungkas Dadi. (wan)

Pewarta: Wawan
Editor: Agus Hermawan
©2021 JAVANEWS.TV

Komentar