Kenali Kriteria Mobil Bekas yang Sulit Dijual

210715213107-kenal.jpeg

Mobil Bekas (Foto: Net)

JAVANEWS.TV I JAKARTA,- Mobil bekasmasih jadi pilihan utama bagi sebagian orang untuk memenuhi kebutuhan dalam membeli kendaraan pribadi.

Mengutip KOMPAS.com, Dana yang terbatas jadi salah satu faktor mengapa seseorang lebih memilih untuk membelimobil bekasdaripadamobilbaru.

Selain itu, ada pula yang ingin segera mengendarai mobil yang dibeli tanpa perlu menunggu masa inden.

Di pasar mobil bekas sendiri, ada anggapan mengenai model atau jenis mobil yang dianggap sulitlakuatau lama terjual. Jenis mobil apakah itu?

Joni Gunawan atau yang lebih dikenal dengan Joni Lapak Mobil, salah satu pebisnis mobil bekas di WTC Mangga Dua, mengatakan bahwa sedan masih jadi jenis mobil yang tren penjualannya cenderung menurun.


"Mungkin lebih ke sedan. Memang bukan sekarang saja, sudah dari dulu. Sedan trennya cenderung menurun," kata Joni kepadaKompas.com, Selasa (13/7/2021).

Meski begitu, ia mengatakan bahwa mobil yang lama terjual bukan berarti tidak laku, tetapi lebih disebabkan jumlah peminatnya yang sedikit.


"Sebenarnya bukan sulit laku, tapi kurang peminat. Semua mobil pasti laku, cuma peminatnya yang mungkin satu banding berapa. Misal dari sepuluh orang, yang memilih Honda Jazz ada sembilan, terus yang memilih mobil Eropa yang biaya perawatannya mahal hanya satu orang," kata Joni lebih lanjut.

Jika melihat berdasarkan negara asal produsennya, mobil Eropa memang identik lebih sulitdijualdibandingkan dengan mobil rakitan Jepang.

Namun Joni mengatakan hal tersebut lebih karena stok mobil Eropa yang ada tidak sebanyak mobil Jepang.

Jumlah permintaan dan penawaran yang tidak setinggi mobil Jepang membuat mobil Eropa terkesan lebih sulit dijual.

"Awalnya orang-orang sudah ter-brainwash, berasumsi bahwa suatu produk itu biayamaintenancemahal, harga purna jualnya jatuh, itu yang membuat suatu mobil kurang peminat," ungkap Joni.

"Kalau sebut merk yang peminatnya sedikit, model-modelnya Peugeot atau Renault kan kurang familiar itu. Karena kita sudah terbiasa dengan produk Jepang. Itu juga yang menentukan biayamaintenance-nya. Semakin langka mobilnya, otomatisbiaya perawatanmakin mahal karena SDM-nya terbatas," katanya menambahkan.

Pewarta: Rahmat
Editor: Rahmat
©2021 JAVANEWS.TV

Komentar