Demo PPKM Darurat, Ratusan Pemuda Diamankan

210721213047-demo-.jpg

Demo PPKM Darurat, Ratusan Pemuda Diamankan (Foto: Istimewa)

JAVANEWS.TV I BANDUNG,- 150 Pemuda Diamankan Polisi Pasca Demo Rusuh di Jl. Sulanjana Bandung, Bawa Bom Molotov-Rusak Fasilitas Publik

150 orang didominasi pemuda yang mengikuti aksi di Balai Kota Bandung diamankan oleh polisi. Berdasar data yang dihimpun, 150 orang itu terdiri dari pelajar tingkat sekolah menengah pertama, mahasiswa, dan pengangguran. Mereka diamankan lantaran membuat kerusuhan.

"150 orang itu terdiri dari mahasiwa 9 orang, SMA sederajat 36 orang, SMP 6 orang, dan lain-lainnya 34 orang, dan lain-lainnya itu pengangguran dan putus sekolah. Kemudian tambah 64 orang dalam proses pendataan," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya di Gedung Sate Bandung, Rabu (21/7/2021)

Ulung menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika adanya kelompok massa ojek online, pedagang dan mahasiswa yang mengajak menggelar aksi terkait penolakan atas perpanjangan PPKM. Ojek online dan pedagang lalu memutuskan untuk memisahkan diri karena khawatir menganggu ketertiban umum.

Sementara itu, massa mahasiswa diduga ditunggangi oleh oknum tertentu yang memang berniat membuat rusuh. Kemudian, mereka melakukan long march ke Gedung Sate bahkan sempat melakukan penutupan jalan hingga terjadi kemacetan. Tak hanya itu, mereka juga merusak fasilitas publik sehingga dibubarkan dan diamankan oleh polisi.

"Kita bubarkan mereka karena mereka tidak mematuhi prokes, tidak memakai masker, menutup jalan sehingga terjadi kemacetan panjang, kemudian mereka melakukan perusakan," tegasnya

Ulung menyebut, polisi juga menemukan adanya lima orang massa membawa bom molotov. Bom molotov tersebut belum dilemparkan oleh para pelaku dan telah diamankan polisi guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Ada lima orang yang bawa molotov nanti silakan bisa dilihat barang buktinya. Belum, belum sempat (dilemparkan) jadi sudah keduluan kita tangkap," pungkasnya

Pewarta: Rahmat
Editor: Rahmat
©2021 JAVANEWS.TV

Komentar