Oknum Polisi Diduga Aniaya Junior Hingga Luka dan Trauma

210810195657-oknum.jpg

Oknum Polisi Diduga Aniaya Junior Hingga Luka dan Trauma (Foto: Net)

JAVANEWS.TV I BANDUNG,- Anggota Subdit Dalmas Direktorat Samapta Polda Jabar, Bripda Daniel Haposan, diduga dianiaya oleh seniornya yang merupakan personel Kompi 1 Subdit Dalmas Direktorat Samapta Polda Jabar. Akibat penganiayaan itu, korban tak hanya alami luka fisik, namun juga trauma yang mendalam.

Kuasa hukum korban, Hotma Agus Sihombing mengatakan, atas kejadian tersebut korban sering mengigau dan takut untuk datang ke Markas Polda Jabar, tempatnya berdinas.

Mendengar kata Polda Jabar saja, korban bisa teriak-teriak. Bahkan, korban takut dan tidak ingin datang ke Mapolda Jabar atau kantornya, katanya kepada wartawan di Bandung, Senin sore (9/8/2021).

Hotma menjelaskan peristiwa yang terjadi di barak Dalmas Dit Samapta Polda Jabar, Rabu (28/7/2021), membuat korban harus dioperasi sebanyak dua kali, lantaran livernya pecah. Korban sendiri dipukul oleh seniornya dengan tangan kosong di bagian perut, yang membuatnya harus dirawat di Rumah Sakit Sartika Asih Bandung.

Kalau saja korban telat mendapat penanganan medis, nyawanya bisa tidak terselamatkan, karena korban mengalami pendarahan di bagian perut, ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, kuasa hukum dan keluarga meminta agar Propam maupun Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar mengusut serta memproses para terduga pelaku penganiayaan. Bila terbukti secara hukum, pihaknya meminta agar terduga penganiayaan dipecat atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Hal ini sesuai dengan Pasal 14 ayat 1 huruf b yang menyatakan, bahwa anggota Polri diberhentikan tidak dengan hormat dari kedinasan, apabila melakukan perbuatan dan perilaku yang dapat merugikan dinas kepolisian, jelasnya

Berdasarkan penjelasan Pasal 14 ayat 1 huruf b, lanjut Hotma, disebutkan berperilaku merugikan antara lain adalah kelalaian melaksanakan tugas dan kewajiban, dengan sengaja berulang-ulang dan tidak menaati perintah atasan, penganiayaan terhadap sesama anggota Polri, penggunaan kekuasaan diluar batas, atau secara salah sehingga dinas atau perseorangan mengalami kerugian.

Kami mendesak Kapolda Jabar untuk memberhentikan para pelaku penganiayaan Bripda Daniel Haposan. Kami pun meminta agar Kapolda Jabar menjamin pemulihan kesehatan dan mental korban agar dapat bertugas kembali, tegasnya.

Saat ditanya, apakah ada kemungkinan korban mengundurkan diri dari kepolisian, pihaknya belum dapat memastikan. Saat ini, korban masih alami trauma dan tengah menyembuhkan luka yang dideritanya.

Saat ini, kami fokus dengan kesehatan dan keselamatan korban. Korban sendiri harus beristirahat minimal tiga bulan sampai dengan pemulihan, pungkasnya

Pewarta: Rahmat
Editor: Rahmat
©2021 JAVANEWS.TV

Komentar