Ketua KPI Tolak Dialog dengan Pengacara Korban Pelecehan

210910220619-ketua.jpg

Ketua KPI Tolak Dialog dengan Pengacara Korban Pelecehan (Foto: Net)

JAVANEWS.TV I JAKARTA,-

PresenterNajwa Shihabbaru-baru ini menyampaikan sebuah kesaksian bahwa ketuaKPIAgung Suprio meninggalkan studioMata najwadan menolak diajak berdialog.

Dalam unggahan di akun Instagramnya, Najwa Shihab menceritakan bahwa Agung telah datang ke studio Mata Najwa untuk berdialog soal kasus pelecehan seksual yang diduga terjadi di KPI.

Najwa menyebut, Agung tiba-tiba memutuskan untuk meninggalkan studio dan menolak berdialog usai mendengarpengacarakorban sedang berbicara.

"Ketua KPItadi malam sudah hadir di studio Mata Najwa, bahkan sudah siap naik panggung tapi tiba-tiba menolak berdialog ketika pengacara MS, korban di KPI sedang berbicara dan langsung keluar meninggalkan studio,"tulis Najwa di kolom komentar unggahannya, dikutip Suara.com, Jumat (10/9/2021).

Pelaporan balik oleh terlapor dinilai sebuah kemunduran

Dalam acara tersebut, dijelaskan bahwakorban pelecehanseksual di KPI rencananya akan dilaporkan balik oleh terduga pelaku dengan tuduhan pencemaran nama baik.

LBH Apik menilai bahwa hal ini merupakan sebuah kemunduran yang sangat luar biasa.

"Ketika korban sudah berani bersuara, dia kemudian ancamannya itu tadi, UU ITE. Pasal yang sudah mengkriminalkan banyak pihak. Sangat disayangkan sebenarnya."ujar Siti Mazuma, Direktur Eksekutif LBH Apik.


Melihat unggahan tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Beberapa dari mereka menyoroti aksi ketua KPI yang tiba-tiba pergi meninggalkan studio Mata Najwa.

"Yah ciut, katanya ngga suka pelecehan (pas podcast sama om dedi) giliran mau bahas kasus (di lembaga) sendiri ciut,"ujar salah seorang warganet.

"Sudah jelas jawabannya: takut. Udah itu aja nggak ada yang lain," sahut warganet lain.

"Kalau nggak salah kenapa harus ninggalin studio ya?"ujar salah satu warganet.

"Yuk kawal yuk biar gak tumpul ke atas, meskipun kita gak kaya, solidaritas kita tinggiin guys,"ujar warganet.

Pewarta: Rahmat
Editor: Rahmat
©2021 JAVANEWS.TV

Komentar