Soal Ustaz Tak Pakai Baju Disebut Wali MUI Bilang...

211004210210-soal-.jpeg

Soal Ustaz Tak Pakai Baju Disebut Wali MUI Bilang... (Foto: Net)

JAVANEWS.TV I SUKABUMI, - Bahrul Ullum, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Cipendeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi buka suara soal ramai pesan suara dan foto Ustaz Encep bertelanjang dada di beberapa acara keagamaan. MUI sendiri mengaku tidak dilibatkan dalam persoalan tersebut.

Pria yang akrab disapa Kang Arul tersebut mengatakan ia mendapat informasi dari mulut ke mulut soal kabar tersebut. Ia juga mengaku belum pernah ke lokasi Ustaz Encep ,namun mengenal figur orang tuanya yang dikenal sebagai kyai sepuh di Desa Cipendeuy.

"Kalau saya enggak tahu yang sebenarnya, hanya katanya dan menerima informasi dari orang lain. Belum pernah melihat ke lokasi dia (Ustaz Encep). Itu orang tuanya seorang kyai sepuh di Desa Cipendey, saya ini percaya kepada orang tuanya saja. Belum pernah ke lokasinya langsung," kata Kang Arul melalui sambungan telepon, Sabtu (2/10/2021).

'Kewalian' Ustaz Sukabumi yang Tak Pakai Baju Saat Saat Disebut Perintah Guru
Detikcom kemudian menanyakan soal foto Ustaz Encep yang tidak pakai baju dalam beberapa kegiatan keagamaan kepada Kang Arul. Sebelumnya Kades Cipendeuy Bakang Anwar As'adi mengatakan bahwa penjelasan Ustaz Encep penampilan seperti itu merupakan perintah gurunya.

"Kalau menurut saya, kalau memang itu petunjuk gurunya boleh-boleh saja. Kalau dikembalikan ke diri saya saya enggak akan sanggup. Kalau aurat menurut agama, dari atas udel (pusar) kalau bawah dengkul, dari pendapat saya itu bukan aurat. Tidak aurat, kecuali keliatan pusar itu baru aurat," jelas Kang Arul.

Meskipun bukan aurat, Arul menambahkan bahwa penampilan seperti itu tidak lazim dan cenderung nyeleneh.

"Sekalipun itu bukan aurat di dalam agama itu ada kalau sering terlihat itu hilang marwah, begitu. Sebetulnya di daerah Surade ini baru itu yang terjadi, tidak lazim juga. Nyeleneh," sambung dia.

Soal lain, Kang Arul mengaku tidak mengetahui bagaimana prosesnya soal kewalian yang tersebar di pesan suara. Ia juga mengatakan tidak dilibatkan saat upaya klarifikasi dilakukan pihak desa dan kecamatan. "Saya tidak ada yang undang atau memberi tahu, tahu dari masyarakat ramainya seperti itu," imbuhnya.

Pewarta: Rahmat
Editor: Rahmat
©2021 JAVANEWS.TV

Komentar