Kacau! Jutaan Orang Meninggal Masih Terima Bansos Kemensos

211124202618-kacau.jpeg

Kacau! Jutaan Orang Meninggal Masih Terima Bansos Kemensos (Foto: Net)

JAVANEWS.TV I JAKARTA,- Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menerima subsidi penuh dari pemerintah sebanyak 87.053.683 jiwa hingga 15 September 2021.

Data tersebut pun diserahkan oleh Kemensos kepada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk dilakukan pencocokan dengan data NIK yang dimilikinya.

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menyebutkan, dari pencocokan data tersebut ditemukan ada jutaan peserta yang sudah meninggal, namun masih terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

"Kami mendapatkan data terakhir dari Kemensos dan setelah kami cocokkan dengan data dukcapil berbasis NIK, ditemukan 1,5 juta yang sudah meninggal," ujarnya dalam Raker Komisi IX DPR RI, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (24/11/2021).

Selain itu, ada juga ditemukan peserta yang datanya ganda atau dobel serta data tidak lengkap. Secara rinci, dari data yang diserahkan Kemensos tersebut ditemukan 53 anomali, 29.539 datanya ganda serta 1.525.543 berstatus meninggal.

"Sehingga dari data yang diserahkan Kemensos 87 juta tersebut, yang cocok dengan data Dukcapil sebanyak 85 juta. Lainnya tidak cocok sama sekali," jelasnya.

Oleh karenanya, ia berharap pencocokan atau sinkronisasi data PBI-JK harus terus dilakukan agar penerima bantuan betul-betul masyarakat miskin.

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Harry Hikmat pun sepakat terus diadakan sinkronisasi data ini. Sebab, perubahan data memang terjadi begitu cepat.

"Di penerima bantuan iuran, ada yang meninggal bahkan juga pindah segmen menjadi PPU/mandiri atau tidak termasuk fakir miskin lagi atau orang tidak mampu karena taraf sejahteranya meningkat. Nah ini lah yang kita nanti masukkan ke BPJS Kesehatan non PBI. Jadi setiap bulan bisa update," pungkasnya.

Pewarta: Rahmat
Editor: Rahmat
©2021 JAVANEWS.TV

Komentar