Cuti Melahirkan 6 Bulan Tak Merugikan Perusahaan

220624230846-cuti-.jpeg

Ibu hamil (Foto: Net)

JAVANEWS.TV I JAKARTA, -Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia,MirahSumirat, mengatakan bahwa pemberiancutihamilatau melahirkan selama enam bulan bagiburuhperempuantidak akan merugikan perusahaan.

Adapun Rancangan Undang-undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) akan mengatur masa cuti melahirkan selama enam bulan.

Dalam rancangan beleid tersebut, pemberian cuti melahirkan selama enam bulan diikuti dengan pemberian gaji 100 persen untuk tiga bulan pertama dan 75 persen untuk tiga bulan berikutnya.

"Kalau bicara hitung-hitungan bisnis, pelaku usaha malah untung. Menurut kami, itu justru produktif," ujar Mirah ketika dihubungiKompas.compada Rabu (22/6/2022).

Di atas kertas, sebagian perusahaan khawatir ketentuan ini bakal merugikan karena lamanya waktu cuti, sedangkan biaya pengeluaran untuk membayar gaji relatif tidak berkurang secara signifikan.

Mirah mengeklaim bahwa dirinya telah menerima keluhan dari sejumlah pengusaha terkait hal ini.

Baca juga:Soal Cuti Melahirkan 6 Bulan, Asosiasi Serikat Pekerja: Ini Kemajuan yang Baik

Menurut dia, tak sedikit pula yang memberikanwarningbahwa kelak, jikacuti melahirkan enam bulandisahkan sebagai undang-undang, buruh perempuan kemungkinan bakal sulit mendapatkan kerja atau mengembangkan karier.

Ia beralasan, pemberian cuti dalam waktu yang ideal dinilai bakal membuat buruh perempuan akan lebih produktif dan fokus setelah masa cuti.

Buruhperempuan dinilai akan lebih yakin untuk meninggalkan bayinya di usia enam bulan ketimbang di usia tiga bulan sebagaimana cuti hamil saat ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja.

Pewarta: Rahmat
Editor: Rahmat
©2022 JAVANEWS.TV

Komentar