Buruan! Hari Ini Batas Akhir Lapor PPS

220630173031-burua.jpg

Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I Erna Sulistyowati (Foto: Rahmat)

JAVANEWS.TV I BANDUNG,- Kanwil Direktorat JenderalPajak(DJP) Jawa Barat I mencatat pesertaProgram Pengungkapan Sukarela (PPS)sampai dengan Rabu 29 Juni 2022 pukul 17.00 WIB mencapai 12.126 wajib pajak dengan total setoranPPhsebesar Rp3,5 Triliun.

Seperti diketahui, Kamis 30 Juni 2022 adalah hari terakhir pelaporan PPS. Program DJP ini berlangsung mulai 1 Januari sampai dengan 30 Juni 2022. Tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada wajib pajak agar menuntaskan kewajiban perpajakan yang belum terselesaikan dengan membayarkan pajak penghasilan (PPh) ke kas negara berdasarkan pada pengungkapan harta.

Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I Erna Sulistyowati mengajak wajib pajak untuk memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk mengikutiPPSkarena tidak ada perpanjangan kecuali kondisi kahar.

"Terimakasih dan apresiasi kepada seluruh wajib pajak yang telah mengikutiPPSdan memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara, juga kepada seluruh stake holder termasuk media massa yang telah menjadi mitra kami dalam
memberikan sosialisasiPPSkepada masyarakat, kata Erna kepada wartawan di Bandung, Kamis (30/6/2022) sore

Erna mengimbau agar para wajib pajak yang belum mengikutiPPS, masih ada waktu sampai dengan pukul 23.59 WIB sebelum batas waktuPPSberakhir hari ini.

"Kesempatan ini agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,"ujarnya

Dia mengatakan untuk bantuan dan dukungan penerimaan setoranPPSdi bank/pos persepsi telah diminta agar membuka layanan sampai dengan Kamis 30 Juni 2022 pukul 23.59 WIB.

"Jika, ada kendala atau permasalahan dalam proses penyampaian Surat Pernyataan Pengungkapan Harta (SPPH), wajib pajak dapat menghubungi call center khususPPSke nomor 1500-008; layanan WA 081156-15008 atau melalui helpdesk unit vertikal kami,"ungkapnya

Erna kembali menjelaskan tujuan utamaPPSadalah meningkatkan kepatuhan WajibPajak. Ada dua jenis WajibPajakyang menjadi sasaran program ini.

Pertama, WajibPajakorang pribadi dan badan yang telah mengikuti Program PengampunanPajaknamun masih terdapat harta yang diperoleh pada periode 1 Januari 1985-31 Desember 2015 yang tidak atau kurang diungkapkan ketika mengikuti program tersebut.

Kedua, WajibPajakorang pribadi yang memperoleh harta sejak 1 Januari 2016-31 Desember 2020 dan masih memiliki harta tersebut pada tanggal 31 Desember 2020 namun belum dilaporkan dalam SPT TahunanPPhTahunPajak2020.

"Partisipasi masyarakat dalam mengikutiPPSmerupakan bentuk gotong royong untuk kepentingan negara. Dana investasi yang dihimpun dari dari keikutsertaan pesertaPPSmenyumbang dua manfaat bagi Indonesia. Pertama, menjadi sumber pembiayaan pembangunan ekonomi. Kedua, perluasan basis perpajakan nasional,pungkasnya

Pewarta: Rahmat
Editor: Rahmat
©2022 JAVANEWS.TV

Komentar