Pembangunan Infrastruktur Penting, Tapi Jangan Lupa Kesejahteraan Rakyat!

221123214037-pemba.jpeg

AHY (Foto: Net)

JAVANEWS.TV I JAKARTA,- Ketua Umum Partai DemokratAgus Harimurti Yudhoyono(AHY) menyinggung pemerintah saat ini yang menggalakkan pembangunan infrastruktur.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur memang penting. Namun, tak seharusnya seluruh anggaran negara dipakai untuk program tersebut.

"Kita butuh infrastruktur. Betul? Ya tapi jangan semua uang negara untuk infrastruktur!" kata AHY dikutip dari YouTube Partai Demokrat dan dilansir KOMPAS.com

AHY lantas membandingkan dengan program pembangunan infrastruktur pada masa kepemimpinan sang ayah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Saat itu, pemerintahan SBY memiliki Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangun Ekonomi Indonesia (MP3EI). Lewat program tersebut, pemerintah membangun infrastruktur darat, laut, dan udara yang menghubungkan Aceh hingga Papua.

Program itu masih terus dilanjutkan hingga kini meski pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo istilah MP3EI tak lagi digunakan.

AHY mengeklaim, meski saat itu pemerintahan SBY punya program pembangunan infrastruktur, tapi, kebijakan yang pro rakyat tidak dilupakan.

"(Pada era SBY) pelayanan kesehatan semakin baik, pendidikan semakin terjangkau, BPJS ada BLT (bantuan langsung tunai), ada raskin (beras untuk keluarga miskin), ada BOS (bantuan operasional sekolah, ada beasiswa santri. Ke mana itu sekarang? Buat apa uang negara sekarang? Untuk apa?" ujar AHY berapi-api.

AHY juga menyinggung banyaknya guru honorer yang tak diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada era kini.

Menurut dia, situasi sekarang sangat jomplang dengan pemerintahan SBY yang mana saat itu banyak sekali pegawai honorer ditetapkan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Katanya guru-guru tersebut diharapkan bisa mempersiapkan generasi bangsa ke depan, tapi bagaimana mungkin bisa mereka lakukan itu dengan baik ketika kesejahteraan dan nasibnya tidak menentu, tidak jelas, terombang-ambing," kata AHY.

AHY melanjutkan, infrastruktur memang krusial. Namun, pemerintah tidak boleh melupakan prioritas untuk mengentaskan kemiskinan dan pembangunan sumber daya manusia.

Dia mengatakan, negara semestinya hadir untuk memberikan kesejahteraan buat rakyatnya.

"Jangan serba beton, jangan serba benda fisik, tetapi jiwanya dibangun. Seperti lagu Indonesia Raya, bangunlah jiwanya, baru bangunlah badannya, jangan dibolak-balik," tutur putra sulung SBY itu.


Adapun AHY tak sekali ini saja mengkritik pemerintah. Berkali-kali pimpinan partai bintang mercy itu menyentil para penguasa.

Dalam salah satu pidatonya, AHY juga pernah menyinggung bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo tak sebaik era ayahnya, Presiden SBY.

Dia sempat membandingkan pertumbuhan ekonomi hingga pembangunan infrastruktur pada masa pemerintahan Presiden SBY dan Presiden Jokowi.

"Intinya apa? Rakyat merindukan siapa? SBY dan kepemimpinan dari partai?" seru AHY di hadapan ribuan kader Demokrat saat memimpin rapat pimpinan nasional (Rapimnas) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Kamis (15/9/2022).

"Demokrat!" teriak para kader.

Pewarta: Rahmat
Editor: Rahmat
©2022 JAVANEWS.TV

TAGS:

Komentar