Boyolali Diguyur Hujan Abu

230312211629-boyol.jpeg

Hujan Abu Akibat Erupsi Merapi (Foto: Net)

JAVANEWS.TV I JAWA TENGAH,-

Gunung Merapidi Jawa Tengah meletus siang tadi. Saat erupsi, Gunung Merapi mengeluarkan awan panas.Sejumlah titik di Jawa Tengah diguyur hujan abu. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan ada luncuran awan panas ke arah Kali Bebeng atau Krasak.

"Terjadi awan panas guguran di Merapi tanggal 11 Maret 2023 pukul 12.12 WIB," tulis BPPTKG, dilansirdetikJateng

Luncuran awan panas itu disebut mengarah ke Kali Bebeng atau Krasak. Hujan abu mengguyur wilayah Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

Pantauan detikJateng, erupsi Gunung Merapi itu terlihat jelas dari wilayah Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Boyolali. Pada pukul 12.17 WIB, kepulan asap tebal tampak membubung dari puncak Merapi.

"Betul, itu APG (awan panas guguran). Ke barat daya," kata petugas Pos Pemantauan Gunung Merapi, Tri Mujiyanto, kepada detikJateng, Sabtu (11/3/2023) siang.

Luncuran awan panas guguran dari Gunung Merapi itu menyedot perhatian warga. Warga pun mengabadikan fenomena tersebut menggunakan kamera ponselnya.

Sementara itu, sejumlah desa di Kecamatan Selo, Boyolali, saat ini diguyur hujan abu. Hujan abu itu di antaranya melanda wilayah Desa Tlogolele, Jrakah, dan Klakah.

"Sudah hujan abu ini, di wilayah Stabelan relatif tipis. Yang lumayan deras di wilayah bawah," kata Kadus Stabelan, Desa Tlogolele, Maryanto, kepada detikJateng.

Kepala Desa Klakah, Marwoto, juga mengatakan seluruh wilayah desanya saat ini diguyur hujan abu vulkanik dari Merapi.

"Sampai saat ini masih terjadi hujan abu. Sudah merata, untuk wilayah Klakah semuanya rata (hujan abu) karena angin mengarah ke barat laut. Langit yang semula kelihatan (cerah) sekarang sudah nggak kelihatan," kata Kades Klakah, Marwoto, kepada detikJateng, pada pukul 12.54 WIB.

Pantauan detikJateng pukul 13.15 WB, erupsi Gunung Merapi masih terjadi. Kepulasan asap masih terlihat membubung tinggi dan bahkan tampak lebih besar dari satu jam sebelumnya.

Pewarta: Rahmat
Editor: Rahmat
©2023 JAVANEWS.TV

Komentar