Hari Pertama Olimpiade, Badminton Diwarnai Dua Kejutan

210725211016-hari-.jpeg

Chirag Shetty, pemain ganda putra India (Foto: Net)

JAVANEWS.TV I TOKYO,- Baru hari pertama, badminton diOlimpiade Tokyo 2020sudah diwarnai kejutan. Ada dua kejutan yang terjadi di Musashino Forest Sport Plaza di penyelenggaraan hari pertama, Sabtu (24/7).

Mengutip Bolalob.com, kejutan pertama terjadi di ganda putra, di mana pasangan rangking tiga dunia asal Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-lin, dikalahkan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, ganda putra rangking 10 dunia asal India.

Duel sengit terjadi antara kedua pasangan yang menghuni grup A ini. Di grup yang sama ada wakil Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Rankireddy/Shetty menang dramatis atas Lee/Wang dengan skor 21-16, 16-21, 27-25, dalam waktu 69 menit.

"Kami tidak mau terbebani, kami membuat kesalahan di turnamen-turnamen sebelumnya, terutama di saat akhir game. Kami mau fokus ke hal yang mendasar, servis dan siap, dan biarkan lawan berusaha mendapat poin," kata Rankireddy.

"Kami merasa tegang di awal, kami mengubah gaya permainan kami di game kedua. Kami tidak merasakan adanya tekanan, tapi kamiharus main lebih baik lagi dari hari ini. Kami ada di grup yang berat, jadi kami harus tingkatkan level permainan kami," tutur Wang soal kekalahannya.halaman 2 dari 2

Kejutan lainnya terjadi di tunggal putra. Peraih medali perunggu kejuaraan dunia 2019 asal India, Sai Praneeth, dikalahkan oleh pemain asal Israel, Misha Zilberman.

Dari kekuatan di atas kertas, Praneeth yang menduduki peringkat 15 dunia, jelas lebih dijagokan ketimbang Zilberman yang ada di peringka 47 dunia. Dari catatan head to head pun, Praneeth tercatat tiga kali menang straight game dalam tiga kali pertemuan.

"Saya bermain di bawah tekanan pada game pertama. Saya tidak bisa melakukan apa-apa dan sulit mengendalikan keadaan. Di game pertama saya sebetulnya mendominasi tapi kemudian saya kehilangan kontrol. Saya tidak tampil seratus persen, saya tidak bisa berpikir. Saya harus mempersiapkan diri lebih baik di pertandingan selanjutnya," ujar Praneeth.

Sementara itu, Zilberman mengatakan bahwa ini adalah kemenangan terbesar dalam kariernya. Ia berpeluang besar untuk melaju ke babak 16 besar. Satu laga lagi harus dilakoni Zilberman di grup D melawan Mark Caljouw dari Belanda.

"Tentu saja ini adalah kemenangan terbesar dalam karier saya, saya siap untuk melawan dia tapi saya tidak berharap bisa menang. Dia adalah pemain top, hasil pertandingannya lebih baik dari saya, dia memang lebih bagus tapi saya senang saya bisa mengeluarkan kemampuan terbaik saya untuk memenangkan pertandingan ini," kata Zilberman.

"Ini adalah pertandingan yang sulit. Saya butuh banyak konsentrasi dan fokus karena di lapangan banyak angin dan shuttlecock-nya agak berbelok sedikit. Kalau saya hilang fokus, saya bisa kehilangan lima poin beruntun dan lawan bisa menang," lanjutnya.

Kejutan hampir saja terjadi di dua pertandingan ganda campuran di grup C. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mendapat perlawanan sengit di game pertama dari wakil Australia, Simon Wing Hang Leung/Gronya Sommerville.

Begitu pula wakil tuan rumah yang merupakan unggulan kelima, Yuta Watanabe/Arisa Higashino yang dipaksa kerja keras tiga game oleh Mathias Christiansen/Alexandra Boje dari Denmark.

Namun Praveen/Melati dan Watanabe/Higashino berhasil mengamankan posisi mereka di grup C dengan meraih kemenangan di laga perdana.

Pewarta: Rahmat
Editor: Rahmat
©2021 JAVANEWS.TV

Komentar