Perjalanan Persib Masih Panjang, Teddy Minta Suporter Jangan Terburu-buru Menjudge

210928213931-perja.jpg

(persib official)


JAVANEWS | BANDUNG,- Mendapatkan hasil imbang untuk ketiga kalinya secara berturut-turut membuat suporter Persib Bandung beraksi. Seperti diketahui Persib kembali mendapatkan hasil imbang tanpa gol pada pertandingan melawan Persikabo 1973, Senin (27/9/2021).

Tidak puas dengan hasil itu, suporter pun bereaksi. Tidak hanya menyampaikan kritikan di media sosial saja, bus yang dinaiki Persib untuk pulang ke Bandung pun menjadi sasaran oknum suporter.

Dengan menggunakan kendaraan roda dua, suporter tersebut meneriaki tim Persib dengan kata-kata yang tidak pantas. Tidak sampai disitu saja, tiba di Bandung bus Persib sempat dihadang.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono pun bereaksi terhadap tindakan oknum suporter itu. Teddy pun memposting sebuah tulisan di akun instagramnya, yang intinya saat ini Persib butuh dukungan positif.

"Saya sudah nulis lah tapi tulisan itu saya buat untuk yang di Cikarang. Ya kan ada yang ngatain, fans sendiri dengan kata yang tidak pantas, begitu kan. Masa ngata-ngatain klubnya sendiri pakai kata-kata yang gitu, yang bener aja," ujar Teddy, Selasa (28/9/2021).

Dikatakan Teddy, dia berharap bobotoh bisa memberikan dukungan positif terhadap skuad Maung Bandung. Disebutkannya, kompetisi Liga 1 2021/2022 masih panjang. Kalau bicara mengenai statistik, dulu 7 pertandingan pertama Persib justru tidak sebaik sekarang.

"Jadi ya jalan masih panjang. Jangan terlalu terburu-buru untuk nge-judge lah," katanya.

Teddy mengaku belum tahu seperti apa kondisi pemain sekarang dan apa dampak kejadian semalam terhadap mental pemain. Namun Teddy menilai kalau apa yang telah terjadi semalam pasti membuat pemain tertekan.

"Saya enggak tahu, tapi ya pasti lah tertekan. Makanya saya minta beri dukungan positif lah, bermain lepas tanpa tekanan, mudah-mudahan bermain lepas tanpa tekanankan bisa memberikan hasil maksimal dan lebih," sebutnya.

Menurut Teddy, secara umum kondisi Persib juga dialami semua klub. hal itu terjadi karena satu setengah tahun tidak bermain sudah pasti membuat kondisi fisik, kondisi mental dan kemampuan teknis berkurang. Semua yang terjadi itu menjadi inkonsistensi.
Sebagian besar klub mengalami itu kecuali yang tetap berlatih karena ada Piala AFC.

"Jadi kan memang berbeda dengan klub-klub itu yang berhenti latihan. Sudah pasti pada umumnya terjadi inkonsistensi, ya itu PR buat kita semua dampak dari kompetisi satu setengah tahun berhenti," ujarnya.

"Kita mulai belajar, contoh kita bisa berlatih. Atau misalkan kalau kita tidur aja ya kita jalan juga harus pelan-pelan sebelum bisa berlari lagi. Ya perlu proses lah untuk tadi bisa mempunyai kemampuan sedia kala," tambahnya.

Disebutkan pria berkacamata ini, tim perlu untuk kembali beradaptasi lagi. Semuanya perlu melalui proses untuk mencapai kondisi yang maksimal lagi mengingat sudah satu setangah tahun tidak bermain.

"Pasti ini lah, pasti sangat berpengaruh, terlihat dari pertandingan-pertandingan yang lain juga," belanya.

Mengenai hasil tiga kali imbang yang dialami Persib, manajemen belum melakukan evaluasi karena mereka masih harus melihat pertandingan-pertandingan lainnya.

"Kemarin kan juga Barito Putera bisa menang lawan PSM. Ya itu dia inkonsistensi, susah ditebak," tegasnya. (ely)

Pewarta: Ely
Editor: Agus Hermawan
©2021 JAVANEWS.TV

Komentar