Jumlah Pengusaha Yang Punya Ijin Operasional Selama Pandemi Masih Minim

  • Redaktur by Wawan Rabu, 03 Jun 2020, 20:25


JAVANEWS.TV | BANDUNG,-
Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar meminta pengusaha dan kalangan industri untuk mengurus ijin operasional kegiatan industri (IOKI). Terlebih hingga saat ini masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan dan memiliki IOKI dalam kegiatan operasionalnya.

"Industri di jabar yang sudah diberikan ijin selama masa pandemi sekarang ini ada sekitar 6001 perusahaan. Total jumlah perusahaan di Jabar sendiri ada sekitar 15.000 perusahaan, artinya masih banyak yang belum memiliki ijin IOKI," jelas Ketua Divisi Logistik Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Arifin Soedjayana pada jumpa pers di gedung sate, Rabu (3/6/2020).

Menurutnya ini memaksa perusahaan industri yang tadinya tidak terdaftar di siinas membuat mereka harus melakukan pendaftaran.

"Karena untuk IOKI ini harus daftar dulu ke siinas," katanya.

Meski ada sekitar 6001 perusahaan yang sudah mendapat IOKI, namun ada sekitar 59 perusahaan yang dicabut ijinnya. Hal itu disebabkan karena perusahaan yang bersangkutan tidak melakukan pelaporan secara berkala.
Baca Juga:

Pembatasan Sosial Tidak Hentikan Semua Kegiatan

Pemerintah Tambah Ragam Pangan dalam Program Sembako BPNT


"Sekitar 59 perusahaan dicabut ijin IOKI, karena setiap minggu harus laporan dan mereka tidak laporan. Kalau diketaui gugus tugas atau indag di kabupaten kota dan mereka tetap menjalankan operasionalnya, itu bisa ditutup. Gugus tugas punya kewenangan untuk menutup perusahaan," katanya.

Lebih lanjut Arifin mengatakan, kedepan industri akan lebih baik, dan pihaknya memprediksi perkembangan kedepan industri yang ada akan mengarah ke industri kesehatan. Baik yang produksi apd, jamu, obat dan lainnya.

"Oleh karena itulah kita akan sosialisasikan ke IKM," katanya.

Terkait dengan penerapan AKB di jabar, lanjut Arifin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun telah melakukan peninjauan di sejumlah industri di Jabar. Seperti halnya di Eiger dan Torch yang memproduksi perlengkapan kesehatan.

"Seperti Torch, skalanya masih skala ikm bemtuk apd nya. Tapi ini berbeda dengan yang lain karena ada inovasi, produknya itu yang biasanya hanya sekali pakai, itu bisa jadi 30 kali pakai. Bahkan dari sisi kualitas sudah diuji juga oleh ITB dan balai besar tekstil, bahannya tidak tembus air, dan harganya pun efesien, hanya sekitar Rp 450 ribu. jabar juaranya inovasi dan kreatif. Bahkan ini bisa dipakai selama 8 jam tanpa panas, yang biasa itu kan panas," katanya. (wan)

Stempel hada stamp

BERITA TERKAIT

Sports

Berita Terkini

Berita Populer

NEWSLETTER

Subscribe to our newsletter to get notification about new updates, information, discount, etc..