Kembangkan UMKM, Grab Resmikan Tech Center di Indonesia Sebagai Pusat Inovasi Kawasan Asia Tenggara

  • Redaktur by Wawan Rabu, 11 Nov 2020, 18:43

JAVANEWS.TV | JAKARTA,- Kembangkan berbagai solusi teknologi untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Asia Tenggara, Grab meresmikan Tech Center di Indonesia yang juga akan menjadi pusat inovasi kawasan Asia Tenggara. Berlokasi di Gama Tower dan menempati 9 lantai dengan luas wilayah lebih dari 12.000 meter persegi, Grab Tech Center merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang Grab di Indonesia, rumah bagi salah satu Dual Headquarter Grab.

Sebagai pusat inovasi regional Grab untuk para UMKM, Tech Center akan difokuskan untuk meriset, merancang, dan menguji coba berbagai perangkat dan teknologi yang ditujukan bagi para UMKM di Indonesia terlebih dahulu, yang kemudian akan diekspor ke pasar berkembang lainnya di Asia Tenggara. Indonesia menjadi rumah bagi lebih dari 64 juta UMKM di mana baru 16% diantaranya yang telah terdigitalisasi. Inilah alasan Indonesia menjadi pasar ideal bagi Grab untuk menguji coba beragam solusi teknologi yang bertujuan untuk mempermudah bisnis terkecil sekalipun dalam memanfaatkan teknologi untuk bertransformasi ke online dan sukses dalam era digital. Peresmian Tech Center ini mendukung misi Grab for Good yang diumumkan tahun lalu, yang mencakup digitalisasi 5 juta usaha kecil dan tradisional pada 2025. Hal ini merupakan target yang ingin dicapai Grab Indonesia melalui program #TerusUsaha yang tengah dijalankan khusus untuk mendorong pertumbuhan UMKM.

Grab Tech Center turut diresmikan oleh sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Menteri Perhubungan, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Keuangan, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia. Selain para menteri, Bapak Ilham Habibie selaku perwakilan keluarga Presiden Republik Indonesia ketiga, Alm. Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, juga turut meresmikan BJ Habibie Hall yang
berlokasi di Grab Tech Center.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Pandjaitan dalam pidatonya mengungkapkan, pihaknya menyambut baik dibukanya Grab Tech Center. Para investor seperti Grab yang berkomitmen jangka panjang bagi perkembangan Indonesia memainkan peran penting dalam membantu mewujudkan misi ‘Making Indonesia 4.0’.

"Untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, kami membutuhkan dukungan dari mitra-mitra seperti Grab yang berkomitmen tidak hanya dari segi permodalan, tetapi juga sumber daya untuk mendorong pengembangan talenta dan infrastruktur digital di tanah air.” katanya.

Tidak hanya itu saja, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto menyatakan, dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pihaknya ingin memberi penghormatan kepada para UMKM, pahlawan kita sehari-hari. UMKM memegang kunci pemulihan ekonomi Indonesia.

"Oleh karena itu, mendorong digitalisasi lebih banyak lagi UMKM merupakan hal yang harus segera dilakukan. Grab telah menjadi mitra strategis bagi pemerintah Indonesia yang secara konsisten membantu mendorong agenda transformasi digital melalui program-program seperti #TerusUsaha. Membekali UMKM dengan solusi teknologi yang tepat untuk menavigasi dinamika bisnis online sangatlah penting, dan saya sangat mengapresiasi Grab yang telah mendirikan Pusat Teknologi di Indonesia yang ditujukan untuk menjawab beragam kebutuhan para UMKM," jelasnya.

Salah satu contoh solusi UMKM yang diciptakan di Indonesia adalah fitur aplikasi GrabMerchant yaitu Self-Onboarding atau Pendaftaran Mandiri yang memungkinkan bagi pengusaha makanan untuk mendaftarkan diri dan menjalankan bisnisnya di Grab hanya dalam waktu 24 jam. Dibuat oleh tim Grab Indonesia, fitur ini berhasil mempercepat upaya Grab untuk mendigitalisasi lebih banyak para pelaku UMKM selama masa pandemi yang bagi sebagian besar dari mereka hal ini merupakan transformasi online untuk pertama kalinya. Antara bulan Mei dan September, lebih dari 70.000 merchant di Indonesia telah bergabung dengan Grab melalui fitur Pendaftaran Mandiri ini. Grab berencana untuk meluncurkan fitur ini di pasar-pasar lain di kawasan Asia Tenggara.

Terkait itu Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia mengatakan, Grab memiliki komitmen jangka panjang dan berkelanjutan di Indonesia, rumah bagi Dual Headquarter kami. Grab Tech Center ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas teknologi di Indonesia dalam rangka membangun berbagai solusi yang dibutuhkan masyarakat Indonesia.

"Namun tak terbatas pada itu saja. Kami juga ingin berkontribusi dalam mengembangkan potensi teknologi Indonesia, dan berharap dapat memboyong teknologi ‘Buatan Indonesia’ ke seluruh Asia Tenggara.” katanya.

Dikatakannya, Grab Tech Center menaungi tim yang fokus pada penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) GrabKios, Merchant, dan GrabFood, dengan serangkaian divisi lengkap yang diperlukan untuk pengembangan produk yang menyeluruh. Hal ini mencakup manajemen produk, desain produk, analisis produk, software engineering, hingga quality assurance engineering.

Grab berencana untuk semakin memperkuat kapabilitas di backend engineering, mobile front-end engineering, serta site reliability engineering. Salah satu tanggung jawab utama tim Tech Grab Indonesia adalah mengembangkan platform berbagai produk digital Grab.
"Melalui platform produk digital, tim ini akan membangun berbagai jenis produk guna menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi para mitra pengemudi dan mitra agen Grab," jelasnya.

Neneng Goenadi, Managing Director of Grab Indonesia, mengatakan, pemulihan ekonomi Indonesia akan bergantung pada UMKM. Jika kita dapat meningkatkan ketangguhan mereka, kita dapat mencegah terjadinya pengurangan tenaga kerja yang lebih besar dan membantu
membangkitkan kembali ekonomi negeri. Menurutnya, banyak solusi teknologi B2B yang dirancang untuk perusahaan-perusahaan yang lebih besar, namun masih sedikit yang mengembangkan produknya dengan memperhitungkan kebutuhan UMKM yang mungkin tidak memiliki dana, waktu, atau pengetahuan untuk menggunakan produk-produk tersebut.

"Grab Tech Center kami di Jakarta didedikasikan untuk para UMKM. Hal ini juga menjadi wujud dari komitmen kami untuk mengembangkan talenta tanah air. Kami akan menyatukan kekuatan talenta-talenta teknologi terbaik di Indonesia untuk membangun solusi yang mudah digunakan dan dapat diandalkan untuk membantu UMKM terkecil sekalipun dalam proses digitalisasi mereka.” katanya.

Baca Juga:

Aplikasi Bonceng Siap Salip Gojek dan Grab?

Kini Giliran Driver GoJek Protes ‘Grab To Work’ Pemkot Bandung

Grab juga merayakan peresmian aula baru yaitu B.J. Habibie Hall yang merupakan bagian dari Grab Tech Center. Aula ini ditujukan sebagai penghormatan kepada Presiden ke-3 Republik Indonesia, Alm. Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, seorang insinyur dan ilmuwan yang berhasil mengubah Indonesia melalui teknologi dan inovasi. Menempati wilayah seluas 429 meter persegi, B.J. Habibie Hall akan berfungsi sebagai wadah edukasi dan kolaborasi bagi para cendikiawan dan para pembuat kebijakan di bidang teknologi, akademi, dan bisnis.

Ilham Habibie, putra dari mantan Presiden Republik Indonesia Alm. B.J Habibie, menyampaikan apresiasinya kepada Grab atas penghormatan terhadap warisan peninggalan ayahnya. “Saya sangat senang Grab telah memilih untuk menamai aula tersebut dengan nama almarhum B.J. Habibie. Saya berharap warisan beliau terus menjadi inspirasi bagi banyak putra - putri Indonesia untuk berinovasi dan turut berperan aktif membangun bangsa,” jelas Ilham Habibie.

Grab Tech Center merupakan menjadi fasilitas terbesar Grab di negara ini. Grab beroperasi di lebih dari 500 kota dan memberdayakan lebih dari 6 juta pengusaha mikro dan UMKM di Indonesia. Grab telah berhasil mendigitalisasi lebih dari 450.000 UMKM selama pandemi Menurut laporan riset CSIS dan Tenggara Strategic, Grab telah berkontribusi sebesar Rp77,4 triliun atau US$5,4 miliar bagi perekonomian Indonesia pada 2019.

Sementara itu para Menteri Republik Indonesia yang turut meresmikan Grab Tech Center Jakarta mengapresiasi event tersebut. Seperti Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati menyampaikan apresiasinya terhadap Grab. "Selamat atas diresmikannya Dual Headquarter dan Grab Tech Center di Indonesia. Saya menghargai upaya Grab untuk terus mendukung transformasi digital bagi UMKM. Semoga yang dilaksanakan Grab dapat membantu pemulihan ekonomi nasional.” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G. Plate menyatakan, kesenjangan dalam talenta teknologi tetap menjadi salah satu tantangan utama Indonesia dalam memenuhi cita-cita ekonomi digital kita.

"Saya berharap Grab Tech Center akan membantu membangun generasi talenta teknologi baru yang dapat mengantarkan kita ke Industri 4.0. Selamat kepada Grab Indonesia atas peresmian Grab Tech Center yang akan menjadi pusat riset dan teknologi untuk pengembangan UMKM ultra mikro di Indonesia dan di Asia Tenggara. Pandemi COVID-19 justru harus menjadi momentum giant leap di mana karya dan produktivitas kita di ruang digital dapat terus berkembang dan bergerak maju. Terlebih lagi inisiatif ini sejalan dengan arahan Presiden Bapak Joko Widodo untuk melakukan akselerasi transformasi digital nasional.” katanya.

Bahkan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi mengatakan, perkembangan digitalisasi industri transportasi akan mengatur kehidupan masyarakat dalam masa yang akan datang agar Indonesia siap memasuki era industri 4.0, diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat.

"Saya mengapresiasi komitmen Grab Indonesia dalam membantu percepatan digitalisasi industri transportasi. Harapannya, Grab Tech Center dapat memberikan manfaat lebih bagi para mitra di sektor transportasi dan logistik, serta mempercepat perwujudan rencana pengembangan smart transportation di Indonesia.” katanya.

Begitu juga dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Wishnutama Kusubandio mengatakan, UMKM menjadi bukti sejarah dalam membantu perekonomian Indonesia saat krisis ekonomi dahulu. Di tengah pandemi saat ini, UMKM di bidang ekonomi kreatif juga banyak menyelamatkan perekonomian masyarakat tanah air. 17 subsektor ekonomi kreatif ini diprediksi akan memberikan kontribusi hingga Rp1.100 triliun (data Opus tahun 2020). Sehingga, pemerintah akan terus mendukung pertumbuhan UMKM, salah satunya melalui program #BeliKreatifLokal. Pendampingan yang diberikan Kemenparekraf bertujuan untuk meningkatkan kualitas para UMKM, agar bisa bersaing dengan produk lain dengan memanfaatkan teknologi.

"Hadirnya Grab Tech Center tentu membantu pengembangan UMKM di bidang ekonomi kreatif menjadi unggul. Semoga bersamasama kita dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan UMKM di berbagai destinasi pariwisata tanah air.” katanya.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, Teten Masduki mengatakan, sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, pelaku UMKM harus lebih tangguh dan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pemerintah juga terus menghadirkan inovasi untuk mendorong perkembangan UMKM agar semakin banyak UMKM yang go-digital sehingga mereka dapat terus bertahan di tengah situasi yang menantang seperti sekarang.

"Kami menyambut baik kolaborasi strategis dengan Grab untuk bersama-sama mendorong akselerasi digital UMKM dan berharap kehadiran Grab Tech Center akan membantu meningkatkan daya saing UMKM tanah air dan tumbuh pesat di era digital.” katanya.

Bahkan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia, Bambang Brodjonegoro menyatakan, upaya transformasi digital yang didukung oleh pemerintah, akademisi, dan industri yang dikenal dengan sinergi Triple Helix sangat penting untuk memajukan ekonomi yang digerakkan oleh inovasi. Upaya mewujudkan sinergi ini menjadi kunci utama dalam mempercepat transformasi digital di Indonesia.

"Saya turut mengapresiasi peran aktif serta Grab dalam mendukung akselerasi ini lewat kehadiran Grab Tech Center. Semoga, kehadiran Grab Tech Center bisa membentuk talenta teknologi Indonesia yang siap menyambut masa depan.” katanya.

Begitu juga dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia menjadi pasar yang terus menarik investor dari seluruh dunia. Para investor diharapkan berperan aktif dalam pengembangan talenta Indonesia. Selain itu memberdayakan dan berkolaborasi dengan UMKM harus jadi perhatian perusahaan-perusahaan besar karena UMKM merupakan tulang punggung ekonomi negara. Ini semua penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia ke depan.

"Saya mengucapkan selamat kepada Grab atas pembukaan Grab Tech Center. Kontribusi aktif dari sektor swasta seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tanah air." katanya. (wan).

Stempel hada stamp

BERITA TERKAIT

Sports

Berita Terkini

Berita Populer

NEWSLETTER

Subscribe to our newsletter to get notification about new updates, information, discount, etc..