Saat Pandemi, 60 Siswa Darul Hikam Kunjungi Perancis

  • Redaktur by rahmat Rabu, 17 Feb 2021, 12:00

Foto: Istimewa

JAVANEWS.TV I BANDUJG,- Sebanyak 60 siswa Darul Hikam International School (DHIS) Primary Kota Bandung melakukan kunjungan virtual ke Perancis saat pandemi.

Hal itu merupakan bagian dari pola pembelajaran di luar sekolah yang diberi nama Virtual Edu Trip To Paris.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan DHIS Primary, Moh Fadli Fathurrahman mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6.

Menurutnya, pandemi covid-19 menyebabkan para siswa tidak bisa mengunjungi berbagai tempat untuk belajar sehingga DHIS berinisiatif menggulirkan program edutrif virtual dengan mengunjugi kota Paris, Perancis.

"Kami tidak ingin pengalaman dan pembelajaran pun terhenti karena pandemi. Maka kami mengadakan virtual edutrip ini, dengan harapan siswa bisa belajar seperti biasa walaupun tetap di rumah,"kata Fadli ketika dihubungi wartawan melalui telpon selulernya, Rabu (17/2/2021).

Edutrip virtual ini juga bertujuan untuk mengenalkan siswa dunia di luar sekolah sehingga bisa dijadikan pengalaman dan pembelajaran bagi mereka. "Tentu saja kami sisipkan nilai-nilai terutama keislaman dalam setiap kegiatan,"tambahnya

Fadli mengungkapkan pada edutrip virtual ke Paris ini, pihaknya mengajak siswa berkeliling secara virtual. Terutama lokasi-lokasi yang bermuatan Islam, termasuk landmark-nya Menara Eiffel.

"Kalau Paris, kita lebih mengeksplore seni yang bisa menjadi daya jual dan mengeksplore menara Eiffel,"ujarnya

Salah satu yang menarik yaitu keberadaan Grande Mosquée de Paris (Masjid Raya Paris). Di sana imam masjid pernah memberikan perlindungan kepada orang-orang Yahudi yang dikejar oleh tentara Nazi.

"Masjid itu didirikan untuk menghormati muslim yang membantu Prancis ketika peperangan,"katanya

Baca Juga:

XL Donasikan Internet Cepat Bagi 300 Ribu Siswa

Profesi Dokter Masih Diminati Generasi Milenial

Selain bahasa yang membuat para siswa penasaran dalam pengucapannya  yang lebih menarik lainnya yaitu mengenal salah satu makanan di Perancis yang terkenal yakni makaron, karena hampir mirip dengan nama Presiden Perancis, Macron. 

"Makanan pun sangat menarik untuk siswa dan ternyata sudah ada di negara kita,"ujarnya

Sebelumnya, Edutrip virtual ini juga sempat dilakukan ke dua negara yakni Amerika Serikat (USA) dan Thailand.

"Kalau USA kita lebih mengeksplore salah satu negara adidaya di dunia, gedung putih dan lainnya. Sedangkan edutrip virtual ke
Thailand lebih ke budaya karena lokasinya berdekatan dengan negara kita, seperti pakaian adat yang banyak kemiripan dan sebagainya,"jelasnya

Fadli menjelaskan selain untuk kelas 5 dan 6, kegiatan serupa juga dilakukan oleh kelas lainnya dengan destinasi yang berbeda. Seperti kelas 2 ke Thailand, kelas 1 ke Bukit tinggi serta kelas 3-4 ke Mekah dan Madinah.

"Pada kondisi normal kita field trip ke sekitarab Bandung dan Jakarta, lalu dua tahun sekali ke Malaysia dan Singapura. Selain mengunjungi tempat dan landmark, juga ikut belajar dan melakukan pertukaran budaya," jelasnya

Meski perjalanan secara virtual, siswa tiidak bisa merasakan langsung ke berbagai tempat dan landmark tersebut. Namun membuka pengalaman baru dengan internet, untuk menjelajahi berbagai belahan dunia.

"Dengan internet kita bisa berjalan-jalan ke berbagai belahan dunia manapun dari rumah,"ujarnya

Para siswa DHIS pun terlihat antusias ketika mendengar pemaparan dari guru akan berbagai kondisi tempat-tempat yang kental dengan budaya Islam di Paris, meski menggunakan bahasa Inggris.

"Menyenangkan dan jadi ingin coba makan makanan khas Paris,"pungkas siswa DHIS Primary 5, Nafeera

Stempel hada stamp

BERITA TERKAIT

Sports

Berita Terkini

Berita Populer

NEWSLETTER

Subscribe to our newsletter to get notification about new updates, information, discount, etc..