Hasil Rapid Antigen Rentan Error?

  • Redaktur by rahmat Selasa, 23 Feb 2021, 15:00

Foto: Humas Jabar

JAVANEWS.TV I JAKARTA,- 
Dewan Pakar Ikatan Ahli kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra mengatakan, penggunaan rapid antigen untuk konfirmasi positif Covid-19 memang lebih cepat dibandingkan tes dengan polymerase chain reaction (PCR). Akan tetapi, pemerintah perlu memperhatikan kelemahan dari rapid antigen yakni ada kemungkinan hasil error yang tinggi untuk kasus positif maupun negatif.

“Tantangan terbesar dari rapid antigen ini, karena dia di bawah PCR. Jadi ada kemungkinan false positive dan false negative yang tinggi,” kata Hermawan kepada Beritasatu.com, Senin (22/2/2021).



Selain itu, ia juga menyebutkan, tantangan terbesar menggunakan rapid antigen ini berkaitan dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM). Misalnya, apabila ada target harian berapa banyak spesimen yang harus dilakukan pemeriksaan, maka SDM di lapangan harus dipersiapkan. Apalagi tes antigen ini sangat membutuhkan SDM yang terlatih.
Baca Juga:

Di Tasikmalaya juga Terjadi Laporan Error Data Saldo Mandiri

Konsumen Rentan Kehilangan Data dan Memori pada Smartphone? Ini Solusinya


Perlu SDM terlatih, kata Hermawan, karena untuk melakukan swab pada saluran napas, proses pengambilan sangat menentukan kualitas spesimennya. “Jadi jangan dianggap sepele ketika di-swab. Itu sangat menentukan hasil swabnya,” terang Hermawan.

Lanjut dia, hal lain perlu diperhatikan dalam penggunaan rapid antigen adalah waktu pemeriksaannya. Setelah pengambilan, hasil swab harus segera diperiksa. Apabila pemeriksaan dilakukan setelah 30 menit dari hasil pengambilan, maka hasil rapid tidak berkualitas.

“Misalnya sekarang sedang diambil swab antigen dan kalau lebih dari 30 menit langsung diperiksa. Nah itu akan ada potensi false negative. Perlu diingat, tidak sama antara tes cepat molekuler (TCM) dan PCR dengan rapid antigen,” jelasnya.

Oleh karena itu, Hermawan mengatakan, penggunaan rapid antigen ini membutuhkan ketelatenan dari para petugas. “Kalau mau dipakai untuk menjaring kasus sih oke-oke saja di tengah keterbatasan pemerintah untuk menyediakan PCR dan laju kasus luar biasa,” ujarnya.

Stempel hada stamp

BERITA TERKAIT

Sports

Berita Terkini

Berita Populer

NEWSLETTER

Subscribe to our newsletter to get notification about new updates, information, discount, etc..