Pengamat : Seleksi Direksi Bank Bjb, Harus Dibuka Seluas Luasnya

  • Redaktur by Wawan Kamis, 31 Jan 2019, 20:18

Pengamat : Seleksi Direksi Bank Bjb, Harus Dibuka Seluas Luasnya

JAVANEWS.TV | BANDUNG, -

Proses seleksi direksi bank bjb dinilai harus terbuka dan transparan. Termasuk memberikan kesempatan kepada para tenaga profesional yang kompeten di bidangnya secara luas.

"Beri kesempatan seluas luasnya, bukan hanya kalangan internal saja, tapi mantan direksi, dan lainnya yang profesional dan kompeten pun harus diberi kesempatan," jelas Acuviarta Kartabhi Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan Bandung, Kamis (31/1/2019).

Apalagi lanjutnya, Gubernur Jawa Barat pun telah memberikan kesempatan tersebut kepada semua pihak. Sehingga nilai keterbukaan dan transparansi pun sudah cukup bagus. Hanya saja hal itu perlu direalisasikan. Meskipun ada regulasi AD/ART yang membatasi itu.

Dia berharap seleksi calon direksi Bank BJB yang telah dimulai ini dijalankan dengan baik agar menjadi pintu masuk bagi profesional perbankan yang bisa mewujudkan kultur baru itu.

Dia meyakini sosok baru yang dihasilkan proses seleksi ini bisa memenuhi tantangan tersebut.

Disinggung aturan main dalam proses seleksi tersebut, Acu mencium persoalan karena terkesan menutup kesempatan bagi sebagian pendaftar. Hal ini bertentangan dengan keinginan Emil yang akan membuka peluang dan kesempatan yang sama kepada setiap kandidat.

"Ini satu hal yang menurut saya tidak fair. Artinya kita dalam merekrut apapun, yang lebih bagus itu semakin banyak kesempatan yang diberikan, tentu dengan batas-batas kompetensi, yang sesuai. Itu akan lebih bagus karena pilihannya lebih banyak, lebih beragam," katanya.
Baca Juga:

Unik Kaos Kaki Ber-AC

Museum Gedung Sate Jadi Trend Wisata Baru Saat Ini


Dengan begitu, menurutnya persyaratan seleksi yang tertuang dalam AD/ART perusahaan bisa saja dievaluasi demi proses yang terbaik.

"Menurut saya bukan suatu hal yang tabu, perubahan AD/ART bisa dilakukan, sepanjang jelas dasar pertimbangannya, jelas sasarannya, itu saya kira bisa dilakukan," katanya.

Perubahan AD/ART inipun, lanjut Acu, lazim dilakukan bank lain termasuk yang berstatus BUMN.

"Banyak BUMN-BUMN melakukan perubahan AD/ART. Ini cukup lazim. Perubahan kebijakan-kebijakan strategis perusahaan, kaitannya dengan perusahaan pelat merah, itu sangat dinamis, sepanjang memang sesuai dengan kebutuhan dan kecenderungan pasar," paparnya.

Menurutnya perubahan di Bank bjb perlu dilakukan. Acu pun menilai kinerja Bank BJB dalam beberapa tahun ini kurang optimal. Padahal, menurut dia BUMD tersebut memiliki potensi yang besar untuk lebih bersaing dengan bank yang setingkat.

"Bank besar, potensi besar, tapi kurang optimal," katanya.

Tak hanya itu, Acu pun menilai Bank BJB kurang optimal dalam mengembangkan sistem teknologi informasi perbankan.
Oleh karena itu, Acu menilai manajemen Bank BJB perlu diperbaharui oleh SDM baru yang mampu menunjukan keberpihakan terhadap sektor-sektor itu.

javanews.tv

Stempel hada stamp

BERITA TERKAIT

Sports

Berita Terkini

Berita Populer

NEWSLETTER

Subscribe to our newsletter to get notification about new updates, information, discount, etc..