23 Rakaat Salat Tarawih Hanya dalam 7 Menit di Indramayu

Salat tarawih kilat di Indramayu. (Foto: Merdeka.com)

JAVANEWS.TV | INDRAMAYU - Masyarakat pantura Indramayu Jawa Barat memiliki kebiasaan unik selama bulan Ramadan. Kaum muda mudi berkumpul di area Masjid Pesantren Alqur'aniyah Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Mereka akan melaksanakan salat tarawih tercepat setelah melaksanakan salat isya. Salat tarawih tercepat tersebut diketahui sudah 10 tahun berjalan.

"Iya kami memang setiap tahun di bulan Ramadan selalu melaksanakan Tarawih tercepat," kata tokoh masyarakat setempat, Azun Mauzun, dilansir dari laman merdeka.com, Selasa (7/5).

Salat tarawih tercepat itu digelar khusus untuk pemuda di Desa Dukuhjati Indramayu. Mereka melaksanakan salat tarawih 20 rakaat ditambah witir 3 rakaat.

Azun mengaku memimpin langsung pelaksanaan salat tarawih tercepat di Indramayu. Sementara itu, durasi waktu pelaksanaan salat tersebut hanya 7 menit. "Kadang enam menit kadang lebih tapi tidak kurang dari 10 menit," kata Azun.

Dia menjelaskan, gagasan salat tarawih tercepat tersebut merespons kaum muda desa yang sebagian besar tidak pernah ikut tarawih setiap Ramadan.

Para pemuda di Desa Dukuhjati saat itu enggan ikut tarawih dan memilih berkumpul di warung. Para pemuda desa tak ikut tarawih lantaran malu karena kumpul dengan orang tua.

"Kami sudah bolak balik mengajak ikut tarawih tapi tetap tidak mau akhirnya kami tawarkan salat tarawih tercepat di tempat khusus dan alhamdulillah mau, bahkan sudah mulai mengkaji kitab kuning. Makanya tarawih kilat ini banyak salah tafsir karena khusus untuk anak muda semua," kata dia.

Baca Juga:

Tolong! Ribuan Masyarakat Indramayu Menderita, Banjir Makin Meluas

Ketika Bekas Rumah Ibu Kandung Sandiaga Uno di Indramayu Tergenang Banjir

Sejak diterapkan salat tarawih tercepat, tidak sedikit pemuda di Desa Dukuhjati Indramayu antusias. Mereka tidak malu karena jemaah salat sebagian besar anak muda.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan Ramadan khusus anak muda tak hanya mengikuti Salat Tarawih Kilat. Azun mengatakan, para pemuda desa perlahan diajak tadarus hingga mengkaji Kitab Kuning.

"Memang butuh proses dan kesabaran yang cukup luar biasa tidak hanya momen Ramadan saja. Tapi ini demi mereka sendiri," kata dia.

Azun mengaku, beragam kegiatan positif kerap diikuti pemuda desa selama Ramadan. Tidak sedikit pemuda desa Dukuhjati saat ini semakin rajin ke masjid.

Tak hanya itu, beragam kegiatan keagamaan yang diikuti pemuda desa membuat mereka berubah sikap. Para pemuda lebih bisa menahan diri dan mengendalikan emosi.

"Ya setidaknya bisa menjaga perilaku mereka terutama perilaku yang dianggap kurang berkenan. Arah positifnya banyak jadi kita bukan tanpa alasan dan tujuan menggelar salat Tarawih tercepat ini," ujar dia. (merdeka.com/sp)


javanews.tv

Stempel hada stamp

BERITA TERKAIT

Sports

Berita Terkini

Berita Populer

NEWSLETTER

Subscribe to our newsletter to get notification about new updates, information, discount, etc..