Sebar Hoax 'Polisi China', Pengusaha asal Majalengka Diciduk

Ilustrasi. Foto/ist

JAVANEWS.TV | MAJALENGKA - Seorang pengusaha asal Jatiwangi Majalengka, YHA (41) terpaksa diamankan polisi karena diduga menyebarkan informasi bohong alias hoax terkait tuduhan anggota Birmob China pada pengamanan di aksi 21-22 Mei 2019 di Jakarta.

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono, didampingi Kasat Reskrim AKP M Wafdan Muttaqin, mengatakan YHA ditangkap karena diduga menyebarkan informasi hoax lewat media sosial Whatsapp pada group chat Rumah Smart Indonesia.

YHA ditangkap di rumahnya, di Desa Cicadas, Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, pada Sabtu (25/5/2019) lalu. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti handphone dan simcard. Kasus inipun sudah dilimpahkan ke Unit Siber Polda Jabar

"Saat ini, untuk proses penanganan lebih lanjut, yang bersangkutan berikut sejumlah barang bukti berupa dua unit handphone dan satu SIM card serta memory card 16 giga, sudah kita limpahkan ke Unit Siber Direktorat Kriminal khusus Polda Jabar," ungkapnya seperti dilansir tintahijau.com, Senin (27/5/2019).
Baca Juga:

Hanya dalam Sepekan Polisi Bekuk Lima Pelaku Kejahatan di Majalengka

Kutuk Pembantaian Muslim di Selandia Baru, Seniman Majalengka Aksi Teatrikal


Menurut kapolres, YHA mendistribusikan sebuah konten foto lalu dengan caption, "Perhatikan warna kulit & mata sipit anggota Brimob ini ! Sangat mencurigakan jgn" tentara cina menyamar sebagai tenaga kerja asing" pada keterangan poto tersebut pada sebuah grup whatsapp. "Namun konten yang disampaikannya tersebut merupakan kabar hoax alias bohong," tukasnya. (tintahijau)


javanews.tv

Stempel hada stamp

BERITA TERKAIT

Sports

Berita Terkini

Berita Populer

NEWSLETTER

Subscribe to our newsletter to get notification about new updates, information, discount, etc..