Bisa Sebabkan Kanker, Pemkot Bandung Larang Asbes Jadi Bahan Bangunan

Ilustrasi asbes. Foto: istimewa

JAVANEWS.TV, BANDUNG - Akhir tahun 2018 lalu Pemkot Bandung memiliki produk hukum baru Perda No 14 tahun 2018 tentang bangunan gedung. Dalam peratuan tersebut diatur segala bentuk dan syarat pembangunan di Kota Bandung.
Salah satu yang paling menjadi perhatian adalah kewajiban menyediakan tempat ibadah 3-5 persen tergantung luas dan perentukan gedung membuat tempat ibadah. Bahkan sesuai aturan tempat ibadah dilarang dibuat di basement, gudang atau tempat sampah.

Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Bandung Iskandar Zulkarnain mengatakan selain aturan tersebut dalam peraturan baru ini tak kalah penting adalah syarat kesehatan gedung yang dituangkan dalam Pasal 69.

"Di pasal ini diatur mulai dari penghawaan, pencahayaan, sanitasi sampai penggunaan bahan bangunan," ujar pria yang karib disapa Zul ini di Balai Kota Bandung, seperti dikutip detik.com, Selasa (12/2/2019).

Baca Juga:

Monopoli Car Pooling Berpotensi Langgar UU Persaingan Usaha Sehat

HUT Damkar Ke-100, Begini Pesan Oded

Terkait penggunaan bahan bangunan dijelaskan pada Pasal 77 yakni tidak mengandung bahan berbahaya atau racun bagi kesehatan pengguna gedung. Dalam pasal ini disebutkan beberapa barang yang dianggap berbahaya atau beracun adalah asbestos (asbes), timbal dan merkuri.

"Jadi asbes memang tidak sehat lagi. Dalam asbes terdapat zat-zat berbahaya apalagi kalau terlalu panas, lalu terhirup. Apalagi kalau pembanguann tidak sempurna, ada serpihan yang terhirup," katanya.

Meski sudah ada larangan tersebut, Zul memastikan saat ini Perda tersebut masih dalam tahap sosialisasi. Nantinya seluruh isi Perda harus menjadi acuan bagi pemilik gedung saat memperpanjang Sertifikat Layak Fungsi (SLF).

Asbes memang menjadi primadona warga Indonesia sebagai atap rumah. Selain murah, atap jenis ini dianggap mudah dipasang dibanding jenis lain. Di sisi lain asbes sudah dilarang di sejumlah negara karena dari hasil penelitian berbahaya untuk kesehatan. Dalam asbes terdapat partikel mikro yang tidak kasat mata dan jika terhirup bisa menyebabkan kanker paru-paru. (SP)

Stempel hada stamp

BERITA TERKAIT

Sports

Berita Terkini

Berita Populer

NEWSLETTER

Subscribe to our newsletter to get notification about new updates, information, discount, etc..