Industri Garam Rakyat di Pangandaran Digenjot

Mutu garam Pangandaran diklaim kategori bagus dibandingkan garam olahan Pantai Utara Jawa. Foto/Ist

JAVANEWS.TV, PANGANDARAN - Rintisan indsutri garam rakyat di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menunjukkan sejumlah keberhasilan. Saat ini, pemerintah dan warga petani garam tengah berupaya menggenjot kualitas dan kuantitas produksi.
Ketua Kelompok Petani Garam Sari Laut Udin Narsudin menjelaskan sejak diinisiasi pemerintah akhir 2018, industri garam rakyat di Kecamatan Cimerak terus berkembang.

Saat ini, kata Udin, di Kecamatan Cimerak terdapat dua desa yang mengembangkan industri garam rakyat dengan sistem tunnel, yakni Desa Legok Jawa dan Desa Masawah. Di Desa Legok Jawa, menurut dia, saat ini berdiri lima unit tunnel pengolahan garam.

"Dari masing-masing tunnel, per dua minggu dipanen 2,5 sampai 3 kuintal (garam)," ujar Udin Seperti dikutip detikcom di lokasi tambak garam, Senin (18/2/2019).

Lima unit tunnel, Udin menjelaskan, dikelola oleh lima kelompok warga yang terdiri dari 5-10 orang. Melihat tren keberhasilan produksi garam dan prospek bisnisnya yang bagus, menurut dia, saat ini beberapa warga lainnya sedang membuat unit-unit pengolahan baru.

Dari sisi pemasaran, Udin menyampaikan, nyaris tidak ada kendala. Bahkan, dia menuturkan, beberapa pihak sudah menawari kontrak pembelian dengan jumlah yang belum bisa disanggupi.

"Kita jual Rp 2.500 per kilogram. Sementara masih memenuhi kebutuhan lokal, buat pengolah ikan, buat pupuk, buat pakan ternak. Kalau jumlah besar belum sanggup," ucap Udin.

Baca Juga:

Pangandaran Kasus Terbanyak WNA Masuk DPT, KPU: Semua Sudah Selesai

Akhiri Status Duda, Bupati Pangandaran Ucapkan Selamat untuk Kang Adang

Keberhasilan pengembangan garam di Kecamatan Cimerak, menurutnya, bukan berarti tanpa kendala. Salah satu kendala yang dihadapi, kata dia, adalah belum adanya mesin penyedot air laut berkapasitas besar.

Sementara beberapa rencana pengembangan usaha, Udin menyampaikan, saat ini tengah dilakukan, di antaranya rencana memproduksi garam meja.
Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran Rida Nirwana menuturkan hasil uji laboratorium menyimpulkan mutu garam Pangandaran masuk kategori kualitas bagus dibandingkan garam olahan Pantai Utara Jawa.

"Kadar garamnya di sini lebih tinggi, dan pengolahannya higienis. Kalau untuk industri, ini sudah masuk," ucapnya.

Untuk diproduksi sebagai garam meja, kata Rida, saat ini pihaknya tengah mengajukan permohonan SNI dan sertifikasi halal melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan. "Sekarang PR (pekerjaan rumah) kita menggenjot produksi. Dibandingkan Pantura, pengolahan kita belum efisien, jadi harga lebih mahal," tutur Rida.

Pengembangan garam di Kecamatan Cimerak, dia mengungkapkan, akan mendapatkan sokongan dari provinsi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Beberapa proyek pendukung yang akan dikerjakan, menurut Rida, yaitu menambah unit pengolahan dan membangun gudang. Di Jawa Barat, kata Rida, Pangandaran berpotensi menjadi salah satu sentra penghasil garam.

(sp)

Stempel hada stamp

BERITA TERKAIT

Sports

Berita Terkini

Berita Populer

NEWSLETTER

Subscribe to our newsletter to get notification about new updates, information, discount, etc..