Diduga Kampanye Hitam, Relawan Jokowi Kecam Tiga Wanita Pepes

  • Redaktur by rahmat Selasa, 26 Feb 2019, 17:30

Foto: Javanews.TV/ MAT

JAVANEWS.TV I BANDUNG,- Tim Relawan capres-cawapers Jokowi-Ma'ruf yang tergabung dalam Sahabat Rakyat Indonesia (SRI) mengutuk keras tiga  wanita Pepes (Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi). Mereka 
diduga melakukan kampanye hitam dan menyudutkan pasangan Jokowi-Ma'ruf dalam sebuah video yang viral di media sosial.

"Kami mengutuk cara cara yang tidak sehat tersebut dan meminta kepada pihak yang berwajib untuk bertindak tegas dalang, otak penyebar fitnah keji tersebut," kata Koordinator Wilayah (Korwil) Sahabat Rakyat Indonesia (SRI) Jawa Barat, Dadan Muttaqien kepada wartawan di Bandung, Selasa (26/2/2019)

Menurutnya, para pelaku menirukan kampanye gaya orde baru, yang dinilai dapat merusak tatanan demokrasi di Indonesia saat ini. "Mereka meniru gaya orba yang halalkan segala cara,"imbuhnya

Dadan menambahkan, pihak lawan politik pasangan nomor urut 1, sengaja menebar fitnah, kebohongan, merupakan sebuah tindakan kepanikan dikarenakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Jawa Barat kian meningkat.
Baca Juga:

Elektabilitas Sempat Merosot, Ini Strategi TKN Dongkrak Suara Jokowi-Ma'ruf

Alasan Elektabilitas Jokowi di Jabar Menurun


"Survei sampai hari ini Jokowi - Amin unggul 4,1 persen atas Prabowo-Sandiaga, tren peningkatan elektabilitas tersebut akan terus mengalami peningkatan hingga dua bulan kedepan," ungkapnya

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat telah mengamankan tiga wanita yang berada dalam video yang diduga berisi kampanye hitam dan menyudutkan pasangan calon presiden paslon 01, Jokowi-Ma'ruf kepada salah satu warga dan viral di sosial media, Minggu, (24/2/2019) malam.

Mereka terdiri dari Engqay Sugiarti (39), Ika Peranika (36), dan Citra Widianingsih (38) berkampanye dari rumah ke rumah menjelek-jelekkan pasangan capres 01. Ketiganya diamankan tekait adanya video yang beredar dengan dugaan ada unsur memojokan pasangan Jokowi-Maaruf. 

Dalam video yang beredar, dua orang perempuan tersebut berbicara dalam bahasa sunda saat kampanye "door to door". Warga diyakini bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis. (MAT)

Stempel hada stamp

BERITA TERKAIT

Sports

Berita Terkini

Berita Populer

NEWSLETTER

Subscribe to our newsletter to get notification about new updates, information, discount, etc..